Sabtu, 12 Juli 2014

Salah Paham Jihad

Hampir setiap orang sering mendengar kata "Jihad". Kata ini sering dilontarkan oleh umat Islam yang memiliki arti bekerja sungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil yang optimal. Banyak umat muslim berlomba-lomba untuk mengerahkan kemampuan dan jiwa raga agar bisa mencapai makna dan arti Jihad ini. 

Jihad merupakan bagian dari ibadah yang dijelaskan Allah SWT di dalam Al-qur'an yang memiliki pahala dan kemuliaan yang sangat tinggi. Bahkan Allah menjanjikan surga kepada orang-orang yang benar-benar bekerja keras berjihad dan mengharapkan Ridho Allah semata untuk kebaikkan umat di seluruh dunia.

Berikut adalah firman Allah SWT tentang jihad :
”Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS. At Taubah : 41)

 ”Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ´uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar," (QS. An Nisa' : 95)

Berdasarkan firman Allah tersebut sudah sangat jelas, bahwa hamba Allah yang berjihad dengan ikhlas karena Allah akan memperoleh surga yang telah dijanjikan Nya.

Namun, sebagian orang salah dalam mengartikan Jihad yang dimaksud. Mereka yang salah dalam mengartikan, menganggap Jihad sama dengan kekerasan, bahkan menganggap jihad adalah terorisme. Sebenarnya Jihad yang dimaksud dalam Islam, bukan hanya Jihad yang mengharuskan seseorang untuk berperang. Ada banyak suatu kegiatan atau pun perilaku yang menunjukkan seseorang sedang berjihad. Karena sesungguhnya poin penting dalam berjihad adalah memerangi kedzaliman, baik dalam bentuk fisik maupun non fisik. 

Jihad dapat dilakukan dalam beberapa bentuk dan dengan cara-cara yang menyenangkan. Pertama, berjihad dengan harta benda. Jihad ini dilakukan dengan cara menyumbangkan sebagian dari harta kita untuk kegiatan-kegiatan dakwah dan keagamaan maupun kegiatan kemanusiaan, seperti uang untuk membangun masjid, membangun sarana pendidikan, membangun tempat-tempat penghafal Al-qur'an. maupun membangun sarana yang bermanfaat lainnya. Kedua, berjihad dengan Ilmu pengetahuan. Jihad ini sangat menyenangkan, karena seseorang dapat mengerahkan kecerdasannya untuk kemaslahatan umat Islam dan menjadikan Islam bisa berjaya seperti zaman keemasan dulu, ketika cendikiawan muslim menemukan dan menggagas karya-karya hebat yang diakui dunia. Selain itu, seseorang dapat mempublikasikan ilmunya lewat tulisan-tulisan di media massa maupun media cetak untuk mengajak orang pada kebaikkan, yang sesuai sekali akan zaman kecanggihan teknologi dan informasi saat ini. Ketiga, berjihad dengan jiwa raga. Seseorang akan mempertaruhkan jiwa dan raga dalam menghadapi peperangan secara fisik. Jihad yang mengerahkan jiwa dan raga akan dilakukan ketika memang suatu wilayah sedang mendapat serangan ataupun jajahan dari suatu kelompok. Contohnya, para pahlawan-pahlawan revolusi kemerdekaan Indonesia yang mempertaruhkan jiwa dan raga demi mempertahankan wilayahnya melawan para penjajah yang datang. Kemudian, kita harus tahu bahwa wanita pun juga dapat berjihad melalui jiwa dan raganya, walaupun tak diwajibkan untuk berperang. Jihad seorang wanita yaitu ketika dengan melahirkan buah hatinya, dan jika seorang wanita meninggal ketika melahirkan, wanita tersebut meninggal dalam keadaan syahid di jalan Allah, dengan catatan jika Ia telah benar-benar ikhlas saat melahirkan. Keempat, berjihad melalui akhlak yang baik. Akhlak dan perilaku yang baik dapat menjadi senjata yang ampuh untuk berjihad. Jihad ini seharusnya mampu dilakukan oleh generasi muda. Misalnya, menahan diri untuk tidak mencontek saat ujian, karena ingin membentuk karakter yang baik untuk bangsa dan  merasa bahwa Allah akan selalu mengawasi apa yang dilakukan oleh hamba-Nya. Lalu, seorang Ibu yang dengan ikhlas membesarkan anaknya dengan ilmu agama yang mumpuni juga merupakan jihad yang sangat besar dalam membentuk generasi-generasi Islam yang cerdas dan soleh solehah. 

Jihad bukan merupakan sesuatu yang harus ditakuti atau bahkan dihindari. Sudah jelas bahwa Jihad merupakan suatu tindakan yang begitu mulia dan mengundang Karunia Allah SWT. Kesalahan pemahaman dalam memahami konsep jihad merupakan suatu hal yang direncanakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan bukan tidak mungkin diantara pemahaman yang salah tersebut terdapat pihak-pihak yang tidak ingin umat Islam bisa berjaya dan berjasa dengan Jihad-jihad yang ditegakkannya.

Tetap berpegang kepada Al-qur'an dan Hadits menjadi tumpuan utama kita dalam memahami ajaran Islam yang baik dan benar. /(Saras)