Minggu, 23 Agustus 2015

Kepentinganmu Abadi



Wahai Penguasa yang sedang berdiri gagah diatas sana! 

Di atas singgah sana tampuk kekuasaan yang semu yang penuh dengan permainan lucu! 

Kelucuan yang ditabur bumbu kekejaman yang mematikan urat nadi rakyat! 

Rakyat telah mati. Bukan mati yang hanya sekedar fisik, namun mati karena harapan yang tidak pernah terjadi. 

Harapan hanya sebatas retorika di ujung lidah. 

Itupun terucap dengan kelu tak berselera. 

Memanfaatkan momentum mencari dukungan. 

Ketika mencari dukungan, rakyat seolah dijadikan raja yang sedang dimanja-manja. 

Kau penguasa!! Rela berpanas-panasan, berbecek-becekan, berdesak-desakan, berlelah-lelahan merasakan apa yang selama ini rakyat jalani. 

Memperlihatkan diri ‘seolah’ mengerti apa yang sebenarnya terjadi. 

Namun ketika telah melenggangkan diri pada hangatnya kursi?? Rakyat kau tinggal pergi tanpa kembali tanpa mengabdi. 

Gambaran kedekatanmu dulu hanya sebatas dokumentasi diri. 

Yang maknanya tidak akan pernah ABADI. 

Justru hanya ‘kepentingan’ mu lah yang ABADI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar